Berita

Vlek (TBC) Pada Anak


Apakah sebenarnya penyakit Vlek (TBC) ini?

Anak saya terkena flek (Vlek?)  Jika dilakukan suatu survey sederhana yang menanyakan siapa yang putra/putrinya pernah terkena vlek, maka tidak sedikit yang mengiyakan. Dalam rujukan literatur medis, tidak pernah dikenal penyakit yang namanya Vlek. Mengapa istilah yang tidak ada rujukannya ini demikian popular? Pasien yang didiagnosis sebagai Vlek hampir pasti memperoleh pengobatan berupa obat anti tuberculosis (TB). Dengan kata lain, yang disebut sebagai Vlek ini adalah penyakit TB. Tuberkulosis atau TB dahulu dikenal sebagai TBC atau penyakit tiga huruf yang pada beberapa dekade lalu merupakan penyakit menular dan mematikan, sehingga pasiennya harus dikarantina di tempat tersendiri yang diberi nama sanatorium.

Lebih Jauh tentang Tuberkulosis (TB) pada Anak

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara. Anak biasanya tertular TB dari orang dewasa yang sakit TB dan berkontak erat dengannya. Pasien TB yang paling mudah menularkan adalah yang pemeriksaan dahaknya positif mengandung kuman TB. Adanya sumber penularan baik di dalam atau sekitar rumah juga di lingkungan terdekat lainnya misalnya di taman bermain, sekolah, tempat les; merupakan faktor risiko anak terkena TB.

Gejala sakit TB pada anak:

  1. Demam lama > 2 minggu atau demam berulang (umumnya demam tidak terlalu tinggi)
  2. Nafsu makan turun, berat badan turun atau tidak naik.
  3. Batuk yang menetap atau memburuk > 3 minggu
  4. Anak tampak lesu dan tidak kelihatan seaktif biasanya
  5. Teraba benjolan di ketiak dan leher
  6. Kontak erat dengan penderita TB paru aktif

Bagaimana dokter mendiagnosis TB pada anak?

Diagnosis TB pada anak lebih sulit dibandingkan pada dewasa, karena gejalanya terkadang kurang khas dan anak belum dapat sepenuhnya mengeluarkan dahak untuk diperiksakan. Oleh sebab itu dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk membantu menegakkan diagnosis TB pada anak. Setelah mengumpulkan keterangan perjalanan penyakit dan melakukan pemeriksaan fisis, pemeriksaan yang sangat penting untuk membuktikan bahwa anak sudah terinfeksi TB adalah uji tuberkulin yang disebut dengan uji Mantoux (Mantoux test). Pemeriksaan penting lainnya adalah pemeriksaan Rontgen dada. Pada kondisi tertentu misalnya didapatkan benjolan kelenjar pada daerah leher. Semua informasi mulai dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisis termasuk penelurusan pertumbuhan melalui kurva berat badan, uji Mantoux, Rontgen serta pemeriksaan tambahan lainnya akan menjadi dasar penegakan diagnosis TB.

Jika diagnosis TB sudah ditegakkan maka anak harus minum obat anti TB selama 6 bulan. Pada kondisi TB yang berat misalnya sampai mengenai selaput otak maka pengobatan berlangsung sampai 12 bulan. Obat diminum setiap hari, dan ada obat yang menyebabkan air kemih berwarna oranye-kemerahan. Biasanya gejala membaik pada 1-2 bulan pertama, namun harus ditegaskan bahwa pengobatan yang tidak tuntas atau putus berobat dapat mengakibatkan kekambuhan dalam bentuk yang lebih berat.

Kenapa diagnosis TB pada anak harus cepat ditegakkan?

TBC tidak hanya menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Jika tidak diobati dengan baik, penyakit ini akan memburuk dan bisa memicu komplikasi yang cukup serius di organ lain termasuk tulang dan bahkan otak.  Beberapa komplikasi yang sering ditemukan pada pasien TBC atau TB antara lain sebagai berikut:

  • Kerusakan tulang dan sendi          

Nyeri tulang punggung dan kerusakan sendi bisa terjadi ketika infeksi kuman TB menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang iga juga bisa terinfeksi dan memicu nyeri di bagian tersebut.

  • Kerusakan otak

Kuman TB yang menyebar hingga ke otak bisa menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput otak. Radang tersebut memicu pembengkakan pada membran yang menyelimuti otak dan seringkali berakibat penurusan kesadaran atau mematikan.

  • Kerusakan hati dan ginjal

Hati dan ginjal membantu menyaring pengotor yang ada di aliran darah. Fungsi ini akan mengalami kegagalan apabila kedua organ tersebut terinfeksi oleh kuman TB.

  • Kerusakan jantung

Jaringan di sekitar jantung juga bisa terinfeksi oleh kuman TB. Akibatnya bisa terjadi cardiac tamponade, atau peradangan dan penumpukan cairan yang membuat jantung jadi tidak efektif dalam memompa darah dan akibatnya bisa sangat fatal

  • Gangguan mata

Ciri-ciri mata yang sudah terinfeksi TB adalah berwarna kemerahan, mengalami iritasi dan membengkak di retina atau bagian lain.

  • Resistensi kuman

Pengobatan dalam jangka panjang seringkali membuat pasien tidak disiplin, bahkan ada yang putus obat karena merasa bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin membuat kuman menjadi resisten atau kebal, sehingga harus diganti dengan obat lain yang lebih kuat dengan efek samping yang tentunya lebih berat.